Wahai Sahabat……
Allah yang mampu mengeluarkan susu dari antara kotoran & darah; pastilah saja kuasa mengaruniakan kemuliaan dari duka cita & kesulitan kita.

Wahai Sahabat….
Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa kebeningan cermin. Ada bagian jiwa yang tak bisa kita fahami tanpa persaudaraan di jalanNya.

Wahai Sahabat…
Kita satu jiwa. Hanya sedang hinggap di jasad berbeda. Kita cermin satu sama lain 
berkaca tiada henti, 
membaikkan diri di hadapan Ilahi.

Wahai Sahabat…
Saling mendoakan lebih penting daripada berjumpa; & bertemu sesekali lebih menguatkan cinta daripada selalu bersama. Moga Allah meridhainya. (Salim A. Fillah)

Wahai Sahabat……
Allah yang mampu mengeluarkan susu dari antara kotoran & darah; pastilah saja kuasa mengaruniakan kemuliaan dari duka cita & kesulitan kita.

Wahai Sahabat….
Ada bagian tubuh yang tak bisa kita lihat tanpa kebeningan cermin. Ada bagian jiwa yang tak bisa kita fahami tanpa persaudaraan di jalanNya.

Wahai Sahabat…
Kita satu jiwa. Hanya sedang hinggap di jasad berbeda. Kita cermin satu sama lain
berkaca tiada henti,
membaikkan diri di hadapan Ilahi.

Wahai Sahabat…
Saling mendoakan lebih penting daripada berjumpa; & bertemu sesekali lebih menguatkan cinta daripada selalu bersama. Moga Allah meridhainya. (Salim A. Fillah)

Masyaallah

Mukanya memerah, entah ! terkena sinar matahari atau malu
Matanya sipit karena senyum khasnya, terlihat semuanya dari jarak yang jauh
Kerudung yang digunakaanya membuatnya berbeda, lebih menahan diri
Sangat akrab dengan yang lain,diam seribu bahasa dihadapanku
Menghindar dan terlihat takut saat berdekatan
Entah sikapku yang membuatnya takut,tapi insyallah ini benar
Kita memang ada batasannya, aturan pasti memberi manfaat lebih
Apalagi ini tuhan yang membuatnya,insyallah kita bisa menahan
menahan itu sulit , ketika iman belum kokoh
Terlihat sekali saya sering memandangnya, iman pun kering kerontang laksana musim kemarau
Menghargainya dengan menundukan kepala, dihadapannya bisa
Saat jauh, mencarinya….
Terucaplah…..
Masyaallah….